Portfolio

Our Blog

The outline of what we do in this site

Monday, September 14, 2015

Seminar Nasional Pendidikan Teknik Informatika 2015 Bali


Ya, ini adalah SENAPATI kedua yang saya ikuti. Yah, kesannya cukup menarik. Pada SENAPATI 2015 ini mengusung tema "Penguasaan dan Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi (ICT) dalam Menyongsong MEA". Mendatangkan dua keynote speaker yaitu Prof. Richardus Eko Indrajit dari PERBANAS INSTITUTE dan Gusti Putu Kompiang (Vice President Project Development PT Mitrais).
­­­­­­Prof. Eko sebagai pembicara pertama menghadirkan banyak informasi menarik seputar standarisasi kerja dan prediksi peluang-peluag kerja kedepannya khususnya saat MEA 2015 nanti.
Mr. Kompiang sebagai pembicara kedua saya rasa kurang menarik karena penyampaianya with English bro. hahahha. Disamping itu juga materi yang disampaikan terlalu tinggi. Wawasan saya belum sampai :D.
Yah overall-nya menariklah. Mau tau lebih banyak tunggu lanjutan review saya ya :D atau bisa daftar di SENAPATI tahun depan :D –Promosi hehehe


Sunday, September 13, 2015

Artificial Intelligence

Di masa kini, Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI) telah menjadi wacana umum yang sangat penting dan jamak dijumpai. Namun masih banyak menyisakan pertanyaan skeptis tentang ‘mesin berfikir’: “Betulkah sebuah mesin dapat benar-benar berfikir dengan dirinya sendiri?”, atau “Jika benar-benar dapat berfikir sendiri, apakah proses berfikirnya sama dengan kita?”, dan “Seberapa handal?”.
Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol, Torres y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat men’skak-mat’ raja lawannya dengan sebuah ratu dan raja. Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai segera setelah diketemukannya komputer digital. Artikel ilmiah pertama tentang Kecerdasan Buatan ditulis oleh Alan Turing pada tahun 1950, dan kelompok riset pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell and Herbert Simon. Namun bidang Kecerdasan Buatan baru dianggap sebagai bidang tersendiri di konferensi Dartmouth tahun 1956, di mana 10 peneliti muda memimpikan mempergunakan komputer untuk memodelkan bagaimana cara berfikir manusia. Hipotesis mereka adalah: “Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital”, dan ini yang menjadi landasan dasar Kecerdasan Buatan.
Tidak ada kesepakatan mengenai definisi Kecerdasan Buatan, di antaranya adalah:
a. Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia (Rich, 1991)
b. Cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas (Setiawan, 1993)
c. Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas (Turing, et. al, 1996)

Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll)
Kemampuan untuk problem solving adalah salah satu cara untuk mengukur kecerdasan dalam berbagai konteks. Terlihat di sini bahwa mesin cerdas akan diragukan untuk dapat melayani keperluan khusus jika tidak mampu menangani permasalahan remeh/kecil yang biasa dikerjakan orang secara rutin. Terdapat beberapa alasan untuk memodelkan performa manusia dalam hal ini:
a. Untuk menguji teori psikologis dari performa manusia
b. Untuk membuat komputer dapat memahami penalaran (reasoning) manusia
c. Untuk membuat manusia dapat memahami penalaran komputer
d. Untuk mengeksploitasi pengetahuan apa yang dapat diambil dari manusia
Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah:
a. Membuat mesin menjadi lebih pintar.
b. Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu.
c. Membuat mesin menjadi lebih berguna.

Dari kamus, arti kecerdasan adalah: kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding). Perilaku cerdas dapat ditandai dengan:
a. Belajar atau mengerti dari pengalaman
b. Memecahkan hal yang bersifat mendua atau kontradiktif
c. Merespon situasi baru dengan cepat (fleksibel)
d. Menggunakan alasan untuk memecahkan problem secara efektif
e. Berurusan dengan situasi yang membingungkan
f. Memahami dengan cara biasa/rasional
g. Menerapkan pengetahuan untuk memanipulasi lingkungan
h. Mengenali elemen penting pada suatu situasi

Sebuah ujian yang dapat dilakukan untuk menentukan apakah sebuah komputer/ mesin menunjukkan perilaku cerdas didesain oleh Alan Turing. Tes Turing menyatakan sebuah mesin dikatakan pintar hanya apabila seorang pewawancara (manusia) yang berbicara dengan orang lain dan mesin yang dua-duanya tidak terlihat olehnya, tidak mampu menentukan mana yang manusia dan mana yang mesin, meskipun dia telah berulang-ulang melontarkan pertanyaan yang sama.
Program komputer konvensional prosesnya berbasis algoritma, yakni formula matematis atau prosedur sekuensial yang mengarah kepada suatu solusi. Algoritma tersebut dikonversi ke program komputer yang memberitahu komputer secara pasti instruksi apa yang harus dikerjakan. Algoritma yang dipakai kemudian menggunakan data seperti angka, huruf, atau kata untuk menyelesaikan masalah.
 Perangkat lunak AI berbasis representasi serta manipulasi simbolik. Di sini simbol tersebut berupa huruf, kata, atau angka yang merepresentasikan obyek, proses dan hubungan keduanya. Sebuah obyek bisa jadi seorang manusia, benda, pikiran, konsep, kejadian, atau pernyataan suatu fakta. Menggunakan simbol, kita dapat menciptakan basis pengetahuan yang berisi fakta, konsep, dan hubungan di antara keduanya. Kemudian beberapa proses dapat digunakan untuk memanipulasi simbol tersebut untuk menghasilkan nasehat atau rekomendasi untuk penyelesaian suatu masalah. Perbedaan dasar antara AI dengan program komputer konvensional diberikan dalam Tabel 1.
 Tabel 1. Perbandingan antara AI dan Program Konvensional
Aspek
AI
Program konvensional
Pemrosesan
Sebagian besar simbolik
Algoritmik
Input
Tidak harus lengkap
Harus lengkap
Pendekatan pencarian
Sebagian besar heuristik
Algoritma
Penjelasan/eksplanasi
Tersedia
Biasanya tidak tersedia
Fokus
Pengetahuan
Data
Pemeliharaan & peningkatan
Relatif mudah
Biasanya sulit
Kemampuan berpikir secara logis
Ada
Tidak ada


Beberapa contoh project yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan adalah:
1.      Cleverbot
Cleverbot adalah sebuah program internet yang dibekali dengan kode kompleks untuk mengobrol dengan manusia berbasis teks. Meskipun Cleverbot memberi tanggapan luar biasa untuk obrolan dasar, program ini tidaklah sempurna. Dengan sedikit trik Anda bisa membuat Cleverbot menunjukkan batasan pemrogramannya. (Cleverbot.com)
2.      iRobot
iRobot Corporation adalah perusahaan teknologi canggih Amerika didirikan pada tahun 1990 dan tergabung dalam Delaware pada tahun 2000. Mereka mendesain robot asisten rumah tangga untuk menyedot debu (Roomba), scrubbing dan membersihkan lantai yang keras (Scooba), dan robot militer atau polisi (PackBot)
3.      SIRI
Siri adalah asisten pribadi pintar yang menolong Anda menyelesaikan segala sesuatu cukup dengan meminta. Siri memungkinkan Anda menggunakan suara Anda untuk mengirim pesan, jadwal pertemuan, melakukan panggilan telepon, dan lainnya. Tetapi Siri tidak seperti perangkat lunak pengenalan suara konvensional yang mengharuskan Anda untuk mengingat kata kunci dan menyebutkan perintah tertentu. Siri mengerti suara natural Anda, dan Siri menanyakan sesuatu jika memerlukan informasi lebih lanjut untuk menyelesaikan tugas.
4.      Google Brain
Google Brain merupakan proyek penelitian mendalam yang dilakukan oleh Google sehingga teknologi ini dapat diintegrasikan pada produk-produk google. Saat ini teknologi Google Brain ini digunakan di Sistem Operasi Android khususnya pada sistem pengenalan suara, pencarian foto untuk Google+ dan video yang rekomendasi di YouTube.
5.      Chinook
Chinook adalah program komputer yang memainkan catur (juga dikenal sebagai Draughts). Ini dikembangkan 1989-2007 di University of Alberta, oleh tim yang dipimpin oleh Jonathan Schaeffer dan terdiri dari Rob Lake, Paul Lu, Martin Bryant, dan Norman Treloar.

Saturday, September 5, 2015

Banyak ide, tapi susah merealisakannya ^_^

Seringkali kita memiliki banyak rencana, banyak ide-ide yang menurut kita itu adalah ide kreatif, namun tidak jarang kita menemukan banyak halangan untuk merealisasikan ide tersebut. Ya, halangannya tidak hanya dari luar diri kita sendiri seperti biaya, waktu, dan sebagainya tetapi juga seringkali kita hanya berkeinginan saja atau bercita-cita saja tanpa mencoba memulainya karena alasan mood mungkin, ataukah alasan “Ah, besok sajalah, masih ada banyak waktu” “Kok males ya? :D” ya kira-kira penghalang dalam diri kita seputaran itulah :D.
Dari pengalaman saya sendiri, untuk dapat merealisasikan ide baru kita memang butuh waktu yang tepat dan juga mood yang ‘sesuai’.Ya… contohnya seperti artikel ini, dari lama sebenarnya saya ingin membuat artikel-artikel yang menceritakan keluh kesah saya  sebagai anak kuli bangunan, EHH, anak KULIAHAN maksud saya :D. Ya,, hanya berandai-andai saja ketika terbesit ide-ide untuk memulai membuat karya-lah, bisnis-lah, mengerjakan tugas kuliah (tanpa –lah biar gak REDUDANT :D ala database), atau yang gampangnya adalah ide untuk berkumpul bersama teman atau keluarga untuk berekreasi, ya,, dan masih banyak hal lain. Terkadang, hal terparah yang karena alasan malas atau ‘mood’ sering membuat saya membatalkan pertemuan dengan ‘teman terdekat’ :D Jauh-jauh hari sudah sepakat akan makan atau ‘explore’ ke suatu tempat dan pada hari-H atau satu hari sebelumnya saya membatalkan rencana tersebut. Ya,, ujung-ujungnya si di cap ‘PLIN-PLAN’. Lah, mau bagaimana lagi?? Namanya juga malas, lagi gak ‘mood’ ya,, disamping dompet atau cuaca sedang tidak bersahabat juga si :D.
Namun, tidak selalu rencana saya berakhir seperti itu :D ya perbandingan antara jadi dan batal dari seluruh rencana si kira-kira 1:5 *soshame :D. Setelah pergi ke klinik TONG F*NG akhirnya saya menemukan cara, bagaimana merealisasikan ide-ide ‘cemerlang’ kita :v Caranya adalah pertama-tama masukkan teh celup sariwangi ke dalam cangkir atau teko. Tuangkan air mendidih. !@#&*()? Maaf salah ketik naskah *LOL
            Ya caranya simpel, ketika kita mendapat ide baru, hal pertama yang harus dilakukan adalah:
1.      Tulis Ide Tersebut!
2.      Do it and Love it!
3.      Don’t forget to be happy because u just did it :D
Pepatah mengatakan, HIDUP BERAWAL DARI MIMPI
                                    TO BE CONTINUE…